• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Rate Iklan
  • Privacy Policy
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login
Celebes.News
  • HOME
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLSEL
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKRIM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • HOME
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLSEL
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKRIM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Celebes.News
No Result
View All Result

Masyarakat Morowali Tolak PT. GIU, Ini Alasannya

13 Agustus 2020
in Morowali
Masyarakat Morowali Tolak PT. GIU, Ini Alasannya

Celebes.news, MOROWALI – Sebagai bentuk penolakan rencana penambangan batuan galian PT. Graha Istika Utama (GIU) diwilayah desa Puungkuilu dan Tudua, Kecamatan Bungku Tengah, ratusan warga dan mahasiswa menggelar aksi unjukrasa di Kantor Bupati Morowali, Kamis (13/8/2020).

Beberapa alasan yang menjadi dasar penolakan warga terhadap rencana penambangan seluas 189,84 Ha lahan yang masuk dalam wilayah IUP PT. GIU. Diantaranya, selama proses penerbitan IUP, pengambilan sampel, maupun sosialisasi, hingga saat ini tidak melibatkan warga di dua desa tersebut.

“Perusahaan hadir tidak pernah minta ijin kepada pemerintah desa Tudua dan terkesan masuk secara diam-diam. Tiba-tiba muncul SK IUP eksplorasi dari Gubernur Sulawesi Tengah yang ditandatangani Kadis DPM-PTSP Propinsi, Ir. Ch. Shandra Dono, MT,” kata Jabir Koordinator Lapangan (Korlap) aksi.

Selain itu, diareal rencana penambangan PT. GIU merupakan tempat masyarakat menggantungkan hidupnya, karena terdapat perkebunan cengkeh, pala, lada, kakao, vanili dan komoditas pertanian lainnya. Belum lagi, adanya sumber air bersih dan spot wisata air terjun Bahontomatano, objek wisata cagar budaya Benteng Fafontofure dan binatang endemik yang dapat terancam, dengan adanya aktifitas penambangan PT. GIU di Desa Tudua nantinya.

“Apalagi, kalau kita berbicara soal dampak negatif aktifitas penambangan. Berkaca dibeberapa daerah lingkar tambang, seperti di Bahodopi yang saat ini sudah menjadi langganan bencana banjir. Keluhan demi keluhan soal debu yang berakhir dengan peningkatan jumlah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA),” ungkap Jabir warga Tudua.

Untuk itu, tambahnya, melalui aksi ini kami selaku warga desa Puungkoilu dan Tudua menyatakan sikap. Pertama, menolak kehadiran PT. GIU di Desa Tudua dan Puungkoilu. Dua, mendesak Bupati Morowali untuk tidak memberikan rekomendasi izin lingkungan terhadap PT. GIU.

Ketiga, segala bentuk perusahaan tambang apapun yang akan masuk di Desa Puungkoilu dan Tudua harus ditolak. Kami tidak akan diam. Sebab diam kita tertindas, sehingga kami bangkit untuk melawan,” tutupnya. (Adi)

ShareSend
Previous Post

Musdes RKPDes Desa Binuanga, Sunarto Van Gobel : Musdes Mengacu Pada RPJMDes Dan Dituangkan Dalam RKP

Next Post

33 KK Desa Mokoditek I Terima BLT Pemda Bolmut

Related Posts

Mogok Kerja Buruh PT. IMIP Berakhir, Ini Kesepakatan Buruh Dengan Perusahaan
Morowali

Mogok Kerja Buruh PT. IMIP Berakhir, Ini Kesepakatan Buruh Dengan Perusahaan

26 Agustus 2020
Buruh Dikawasan IMIP Mulai Mogok Kerja, “Kami Bukan Melawan Tapi Menegakan UUD”
Morowali

Buruh Dikawasan IMIP Mulai Mogok Kerja, “Kami Bukan Melawan Tapi Menegakan UUD”

22 Agustus 2020
Mogok Kerja Tetap Jadi, Serikat: Buruh Di Kawasan IMIP Merasa Terjajah
Morowali

Mogok Kerja Tetap Jadi, Serikat: Buruh Di Kawasan IMIP Merasa Terjajah

21 Agustus 2020
Next Post
33 KK Desa Mokoditek I Terima BLT Pemda Bolmut

33 KK Desa Mokoditek I Terima BLT Pemda Bolmut

Please login to join discussion
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Rate Iklan
  • Privacy Policy
© 2024 CELEBES.NEWS

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • HOME
  • KOTAMOBAGU
  • BOLMONG
  • BOLMUT
  • BOLSEL
  • BOLTIM
  • SULUT
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • HUKRIM
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In