Celebes.news, BOLMUT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) luncurkan inovasi Cash Management System Pengelolaan Dana BOSP via Transfer Online.
Inovasi yang dicetuskan sejak 01 Maret 2023 ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Bolmut bekerja sama dengan BSG Cabang Bolmut.
Inovasi Siap Jaga Desa, Bupati Bolmut Keluarkan Perbup Nomor 26 Tahun 2019
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut Fadly T. Usup.SE.MM, Inovasi ini Memudahkan Bendahara Satuan Pendidikan (PAUD,SD, SMP,& SKB) yang dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Bolmut bekerja sama dengan BSG Cabang Bolmut.
“Tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi yang telah dibuat,” ungkapnya.
Melalui pemanfaatan teknologi, sistem pembayaran menjadi lebih praktis. Kita tidak perlu membawa uang tunai berlebih saat berbelanja.
“Saat ini pembayaran dalam lingkup satuan pendidikan di kab bolmut telah tersedia pembayaran digital dalam lingkup pemerintahan untuk kemudahan transaksi yang aman dan nyaman bagi para bendahara,” ucap Usup.
Kadis Fadly Usup menegaskan, inovasi ini yaitu Sistem Pembayaran Digital di Lingkungan Pemerintah
“Pemerintah terus berinovasi menciptakan sistem yang dapat memberi kemudahan bagi para bendahara satuan pendidikan dan kesetaraan Munculnya produk pembayaran digital semakin mengurangi penggunaan uang kartal yang sudah dianggap kurang efisien dan praktis lagi,” katanya
Biaya pengadaan dan pengelolaan yang terbilang mahal, inefisensi waktu pembayaran dan risiko atas transaksi yang bernominal besar merupakan beberapa hal yang menyebabkan uang kartal tidak lagi diminati.
“Hal ini mendasari pemerintah melakukan inovasi dalam sistem pembayaran,” tuturnya lagi.
Sistem pembayaran mulai tampil dengan wajah lebih digital dan karakter yang lebih akrab dengan teknologi.
Pertengahan Agustus 2014 tepatnya tanggal 14 Agustus 2014, Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di kalangan masyarakat, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga pemerintah.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah atas perluasan penggunaan instrumen non tunai dan mendukung GNNT, Kementerian Keuangan melakukan implementasi sistem pembayaran secara elektronik.
Saluran pembayaran yang digunakan lebih modern, salah satunya dengan menggunakan Cash Management System (Sistem Manajemen Kas) pada rekening sekolah.
Mendengar istilah Cash Management System mungkin masih terasa asing di kalangan para bendahara pengeluaran sekolah.
Namun, sejak diterbitkan PMK 230/PMK .05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara pada Satuan pendidikan sarana pembayaran/pendebitan rekening bendahara pengeluaran berubah.
Pada awalnya hanya melalui cek/bilyet giro, menjadi internet banking, kartu debit dan cek bilyet giro.
Dengan semangat percepatan implementasi transaksi non tunai di seluruh satuan pendidikan kab bolmut, para bendahara pengeluaran diharapkan secara aktif ikut andil dalam GNTT.
Dalam rilisnya Fadly Usup menambahkan, melalui penggunaan Kabos Protein pada masing-masing bank sesuai rekening bendahara pengeluaran berkenaan.
“Hal ini merupakan salah satu aksi untuk menjalankan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017,” kata Fadly T. Usup.*
Penulis: Kamal Babay



